Judi Togel dan Masalah Sosial yang Muncul di Dalamnya

Judi Togel dan Masalah Sosial yang Muncul di Dalamnya

Judi Togel dan Masalah Sosial yang Muncul di Dalamnya

Agen Judi Togel – Judi menjadi sebuah fenomena yang telah berakar dan berbudaya di Indonesia bahkan di dunia secara meluas. Iming-iming atas kemenangan besar dalam waktu yang singkat menjadi daya tarik paling fenomenal dalam permainan judi.

Jenis dan macam judi pun beragam. Kisah-kisah epik kemenangan para pemenang judi juga bermunculan di berbagai macam belahan dunia. Namun benarkah jika agen judi togel menjadi suatu solusi atas masalah finansial anda? Dan benarkah jika judi mampu untuk menyelamatkan problem finansial perorangan, sekelompok orang, atau bahkan perekonomian suatu negara?

Banyak negara telah melakukan pelarangan judi baik judi konvensional, cassino, hingga judi online. Tak hanya sampai disitu, beberapa agama juga melaras keras adanya tindakan judi seperti pada ajaran agama islam. Untuk permainan judi online termasuk judi togel Hongkong, togel Singapore, togel Sydney dan casino slot online.

Judi Togel dan Masalah Sosial yang Muncul di Dalamnya

Lalu kenapa sampai beberapa negara hingga ajaran suatu agam ikut berperan andil dalam perang melawan judi? Jelas karena dampak atau masalah yang akan muncul di balik masalah judi yang dapat muncul.

Ibarat sebagai boomerang dan bahkan pedang bermata dua, begitulah judi. Selalu ada dampak yang timbul dari apa yang didapat setelah bermain judi, baik di pihak pemenang maupun pihak yang kalah, bagi perorangan kelompok maupun bagi kesejahteraan bagi negara itu tersendiri.

Macau, Negara Judi Terbesar di Dunia

Macau menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Produk domestik bruto atau GDP mereka bahkan mencapai hingga $53,9 milliar dollar Amerika. Uniknya, negeri ini mendapatkan banyak suplai pemasukan dari sektor pariwisata dan hiburan, terutama dari aktivitas perjudian disana.

Besarnya casino di negara Macau tidak tanggung-tanggung, jika dihitung secara skala maupun secara pendapatan bahkan mencapai tujuh kali casino Las Vegas di Amerika. Pada tahun 2018 silam, penghasilan yang dihasilkan oleh casino di Macau mencapai angka $37 milliar dollar Amerika.

Ekonomi regional dari negara ini sangatlah bergantung pada sektor pariwisata dan juga permainan kasino, Sebagian besar pendanaan pemerintah berasal dari permainan casino sebesar 79,6 persen dari total pendapatan pajak.

Semenjak dilegalkannya perjudian serta keterlibatan investor asing di bidang casino pada kurun tahun 1999 hingga 2016, perekonomian Macau maju sangat pesat hingga tujuh kali lipat dan mampu menurunkan angka pengangguran dari semula 6,3 persen menjadi 1,9 persen.

Namun angka fantastis pendapatan Macau yang bersumber pada permainan judi ini tidak sepenuhnya mensejahterakan rakyat. Terbukti angak kesenjangan ekonomi antara kaum kaya dan miskin di negara ini terbilang tinggi di dunia.

Masalah perjudian juga menimbulkan tingkat kriminalitas yang tinggi di negara ini. Mafia kriminal tumbuh perlahan seiring berjalannya waktu. Kasus perdagangan manusia atau human trafficking serta kasus kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara ini juga tak luput menjadi sorotan dunia.

Dikarenakan pendapatan negara yang sangat tergantung pada sektor perekonomian dan hiburan, tentunya hal semacam ini tidak bisa bertahan untuk jangka waktu yang cukup lama. Seperti saat dimana Fillipina membuka casino City of Dreams di Manila, pengunjung casino di Macau otomatis menurun karena para pemain judi mendapatkan alternatif tempat lainnya yang berarti pendapatan negara juga akan menurun.

Tahun 2020 atau lebih tepatnya wabah pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia tentunya sangat berdampak kepada sektor pariwisata dunia dan juga sektor perekonomian di seluruh dunia. Lantas bagaimana dengan kondisi Macau ditengah kondisi dunia yang sedang mengalami wabah pandemi COVID-19?

Sepinya pengunjung dan penutupan casino guna menekan laju penyebaran pandemi COVID-19 membuat perekonomian runtuh seketika. Pada bulan Februari lalu diberitakan salah satu casino di Macau merugi hingga lebih dari 80%, bahkan hingga mengalami kerugian $2,4 juta dolar Amerika sampai $2,6 juta dollar Amerika per harinya. Lalu pertanyaannya. Apakah pelegalan perjudian dan atau bahkan menggantungkan pendapatan negara dari segi perjudian menjadi solusi finansial bagi suatu negara? Jawabnya tentu tidak.

Masalah Sosial yang Muncul karena Perjudian

Solusi judi untuk kesejahteraan serta solusi untuk masalah finansial masyarakat tentu adalah hal yang salah. Buntut dari terjadinya legalisasi perjudian di Macau menciptakan kesenjangan ekonomi yang tinggi di masyarakat. Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Tingkat kriminalitas yang terjadi makin tinggi. Gaya hidup serta moralitas ikut dipertaruhkan.

Judi kemudian sangat erat dengan gaya hidup foya-foya dan serta dapat merusak moral manusia. Hal tersebutlah yang menjadikan dasar dimana bapak proklamator pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia mengeluarkan undang-undang yang mengutarakan larangan perjudian di negara Indonesia.

Kesejahteraan umat dan juga moralitas tidak akan dapat didapatkan dari hasil perjudian. Pernahkah anda mendengar seorang pengusaha sukses dan mendirikan perusahaan yang besar dari modal awal judi? Tentunya pemberitaan tersebut jarang dan bahkan sulit untuk dijumpai. Karena umumnya, uang hasil kemenangan judi akan kembali untuk modal judi dan untuk hidup menyimpang seperti foya-foya atau bahkan berputar kembali di meja judi lagi.

Masalah Psikologis yang Muncul Pasca Berjudi

Tentunya berjudi memberikan masalah psikologis bagi sang pemain baik itu untuk pihak yang menang maupun kalah. Berjudi menyebabkan candu yang sangat berbahaya, bagi mereka yang memenangkan taruhan tentunya tidak akan puas dan tidak akan berhenti hingga akhirnya jatuh miskin.

Kasus-kasus semacam ini sangatlah sering kita jumpai di sekitar kita. Bagi pihak yang kalah tentunya mereka akan melakukan segala cara supaya modal mereka kembali, bahkan tak sedikit pula yang melakukan tidak kriminal seperti pencurian, penipuan, penjambretan dikarenakan masalah hutang yang melilit mereka.

Tetapi seakan tidak mengenal jera, para pihak yang kalah tersebut setelah melakukan aksi kriminal kembali ke meja judi dan kemudian mengulang hal yang sama. Siklus lingkaran yang tak pernah berhenti ini tentunya sangatlah meresahkan.

Buntut masalah yang timbul pasca bermain judi ini tentunya mendorong para pemainnya unutk hidup menyeleweng serta menyimpang dari norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Bahkan yang sangat miris dan sekaligus tragis sering kita mendengar para pemain yang terlilit hutang dan tidak mampu untuk membayar hutang mereka memaksa untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Tentunya perilaku di atas tidaklah ada satupun yang benar. Maka sudah sewajarnya jika negara melarang judi untuk menyelamatkan warganya dari masalah yang muncul akibat imbas dari perjudian.